Namun, Sri meminta dalam proses pemberian vaksinasi Covid-19 perlu dinilai standar keamanan dan efektivitasnya berdasarkan hasil uji klinis vaksin. Ia mengatakan ada beberapa fase yang harus dilalui.
“Uji vaksin ada dua fase yakni uji pre klinis. Pre Klinis ini merupakan identifikasi. Kemudian uji klinis pada manusia dengan fase turunannya. Kemudian, vaksin juga harus dimonitor, apakah efek-efek vaksin ketika disuntikkan kepada masyarakat,” kata Sri.
Apalagi, kata Sri ada beberapa penyakit yang hanya bisa dicegah dengan vaksinasi seperti campak, difteri, polio, rubella dan masih banyak lainnya.
“Vaksin bekerja untuk mengurangi risiko infeksi dengan melatih sistem imun dalam mengenal dan melawan patogen atau virus dan bakteri. Vaksin akan menghantarkan imunogen yang spesifik. Sehingga mencegah terpapar penyakit menular,” pungkasnya.
(Awaludin)