JAKARTA – Pemerintah Indonesia sama sekali tidak mengkhawatirkan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia. Kepulangan Rizieq murni masalah antara dirinya dengan pemerintahan Arab Saudi.
Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ketika berbincang khusus dengan Ade Armando di Cokro TV, yang dilihat pada Jumat (6/11/2020).
"Terus terang pemerintah tidak pernah membahas itu secara khusus. Kita enggak nganggep itu serius. Soal Rizieq Shihab mau pulang itu kan urusannya dia. Kita enggak boleh menghalangi," kata Mahfud.
Mahfud menyatakan, Rizieq Shihab bukanlah sosok penting seperti Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Khomeini yang memang dianggap suci oleh rakyatnya. Menurutnya, pengikuti Rizieq hanya sedikit ketimbang keseluruhan umat Islam di Indonesia.
"Rizieq Shihab itu bukan Khomeini. Kalau Khomeini mau pulang dari Paris misalnya, seluruh rakyatnya mau menyambut karena Khomeini itu orang suci. Rizieq Shihab pengikutnya enggak banyak juga dibandingkan dengan umat Islam seluruhnya di Indonesia," tuturnya.
Bahkan, Mahfud membantah jika ada tuduhan yang menyebut pemerintah Indonesia melakukan perbincangan khusus soal penolakan kepulangan Rizieq Shihab. Menurutnya, selama menjabat sebagai menteri, sama sekali dia tidak mendengar ada jajaran di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) yant membahas hal tersebut.
"Selama saya menjadi menteri tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu. Saya tanya ke kanan kiri, ke BIN, polisi, dan tanya ke Menlu, enggak ada yang begitu," ujarnya.
Baca Juga : Mahfud MD: Pengikut Habib Rizieq Harus Tertib & Patuhi Protokol Kesehatan
Sebagaimana diketahui, tokoh yang sempat tersandung kasus penghinaan Pancasila dan tindakan asusila ini dikabarkan pulang ke Tanah Air pada 10 November 2020.
Baca Juga : PA 212 Siapkan Tim Advokasi untuk Sambut Habib Rizieq
(Erha Aprili Ramadhoni)