"Seluruh keluarga saya hilang. Saya satu-satunya yang selamat. Ayah, ibu, saudara kandung, paman dan bibi saya, kakek-nenek, mereka semua sudah pergi. (Ada) 22 anggota keluarga,” ujar Cac, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Minggu (8/11/2020).
Hantaman Badai Eta di Guatemala memang telah memakan banyak korban jiwa. Tercatat, sudah ada 150 orang tewas akibat badai tersebut di Guatemala.
BACA JUGA: Badai Eta Landa Guatemala, 100 Orang Tewas Tertimbun Tanah Longsor
Badai Eta juga telah mengakibatkan kerusakan besar atas infrastruktur dan bangunan di Guatemala tengah. Tak hanya di sana, kerusakan juga terlihat di Panama, Kosta Rika, Nikaragua, Honduras, dan Meksiko.
Kini, Badai Eta bahkan mengancam masyarakat di Kuba. Ratusan ribu warga Kuba mulai dievakuasi dari rumahnya pada Sabtu waktu setempat karena Badai Eta mulai menerjang wilayah pantai selatan Pulau Karibia.
(Rahman Asmardika)