Komitmen Pemerintah Wujudkan Pilkada Sehat di Tengah Pandemi Diapresiasi

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Rabu 11 November 2020 21:38 WIB
foto: Sindonews
Share :

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian meresmikan gerakan Lima Juta Masker di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, hal tersebut upaya nyata pemerintah mewujudkan Pilkada Sehat 2020.

Menanggapi hal itu, Koordinator Nasional Perkumpulan dai dan mubalig Jaringan Islam Kebangsaan (JIK), Irfaan Sanoesi mengapresiasi program Mendagri Tito terkait gerakan 5 juta masker.

“Kami apresiasi gerakan 5 juta masker ini. Kami sepakat statment Pak Mendagri yang menyebutkan, bukannya protokol Covid-19 untuk menjaga Pilkada supaya tidak menular, tapi mestinya mindset kita di balik. Penanganan pandemi ini memanfaatkan momentum Pilkada untuk bisa memberikan kontribusi agar semua serius pusat dan daerah,” kata Irfan dalam keterangannya, Rabu (11/11/2020).

Lalu, ia juga mengapresasi hadirnya Ketua KPK RI Firli Bahuri, Komisioner KPU RI dan Komisioner Bawaslu RI dalam acara gerakan 5 juta masker ini. Kehadiran Ketua KPK RI untuk mewaspadai Pilkada 2020 berlangsung tanpa terjadi pelanggaran hukum.

 

“Kehadiran Ketua KPK adalah sebuah isyarat kepada peserta Pilkada 2020 untuk menjunjung tinggi integritas, bebas politik uang, dan memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi dalam penanganan krisis kesehatan sekaligus ekonomi yang terjadi dampak pendemi korona,” tegasnya.

JIK menilai, bahwa Pilkada Serentak harus didorong untuk mengangkat masalah-masalah real, yakni bagaimana kepala daerah dapat mengendalikan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.

“Sebagian besar masa jabatan pimpinan daerah nanti berhadapan dengan masalah kesehatan, mencegah penularan Covid-19, menghadapi ekonomi yang stagnan di daerah masing-masing karena ada pembatasan, restauran yang tutup, hotel-hotel yang terdampak, tourism yang terdampak, pabrik-pabrik yang ada PHK, dan lain-lain,” tegasnya.

 

JIK mengajak seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. JIK juga mengimbau kepada masyarakat untuk saling mengingatkan satu dengan yang lain agar menggunakan hak pilihnya.

“Mulai saat ini kita juga harus mulai mengajak meyakinkan masyarakat untuk datang menggunakan hak pilihnya tanggal 9 Desember, kenapa? Jangan sampai salah pilih, kalau salah pilih menyesalnya 4 sampai 5 tahun. Maka dari itu mari gunakan hak pilih kita,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya