JIK menilai, bahwa Pilkada Serentak harus didorong untuk mengangkat masalah-masalah real, yakni bagaimana kepala daerah dapat mengendalikan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.
“Sebagian besar masa jabatan pimpinan daerah nanti berhadapan dengan masalah kesehatan, mencegah penularan Covid-19, menghadapi ekonomi yang stagnan di daerah masing-masing karena ada pembatasan, restauran yang tutup, hotel-hotel yang terdampak, tourism yang terdampak, pabrik-pabrik yang ada PHK, dan lain-lain,” tegasnya.
JIK mengajak seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. JIK juga mengimbau kepada masyarakat untuk saling mengingatkan satu dengan yang lain agar menggunakan hak pilihnya.
“Mulai saat ini kita juga harus mulai mengajak meyakinkan masyarakat untuk datang menggunakan hak pilihnya tanggal 9 Desember, kenapa? Jangan sampai salah pilih, kalau salah pilih menyesalnya 4 sampai 5 tahun. Maka dari itu mari gunakan hak pilih kita,” pungkasnya.
(Awaludin)