Suami Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Kamala Harris, Doug Emhoff, akan ditetapkan sebagai “second-gentleman” atau “suami wakil presiden” AS yang pertama di Gedung Putih.
Jabatan ini mengikuti sang istri Harris yang akan menjabat sebagai Wakil Presiden AS terpilih. Terkait hal ini, Lektor Sejarah di Universitas DePauw, Sarah Rowley, mengatakan hal itu merupakan langkah besar dalam perjuangan kesetaraan gender. Namun dia menegaskan masih banyak hal yang harus tetap dilakukan.
“Ini mencerminkan kemajuan yang dibangun di atas puluhan tahun tantangan feminis terhadap peran gender yang dibatasi. Namun, hal ini juga menunjukkan seberapa jauh lagi kita harus melangkah untuk mencapai keadilan gender, mengingat ini adalah pertama kalinya kita berada dalam situasi ini, 232 tahun setelah pemilihan presiden pertama, seratus tahun sejak diberlakukannya Amandemen ke-19, dan 36 tahun setelah perempuan dicalonkan sebagai capres dan cawapres dari partai besar,” terangnya, dikutip VOA Indonesia.
“Emhoff benar-benar mendalami perannya dalam keluarga. Penampilannya di muka umum selama masa kampanye menyoroti rasa cintanya bagi Harris, mereka banyak berfokus pada kisah cinta mereka dan perannya sebagai seorang ayah dan suami,” tambahnya.
Sementara itu, Lektor Keamanan Nasional dan Ilmu Politik di Universitas New Haven, Matthew Schimdt mengatakan Emhoff mematahkan prasangka dalam banyak hal.