Thailand, sebuah kerajaan yang pernah mengalami 13 kudeta dalam kurang dari seabad, kembali menempuh jalan buntu, enam tahun setelah kudeta terakhir, yang kata pemimpinnya bertujuan mengakhiri perpecahan politik selamanya dan memulihkan pertumbuhan ekonomi.
Namun, dalam beberapa hari terakhir saja, kelompok-kelompok demonstran yang bersaing, bentrok di jalan-jalan. Polisi menginterogasi para pengunjuk rasa pro-demokrasi yang berusia mulai dari 15 tahun. Belum ada tanda-tanda kerajaan bersedia untuk berkompromi. Mereka justru mengancam memperketat penggunaan undang-undang, terutama terhadap mereka yang mengkritik kerajaan.
Gerakan pro-demokrasi itu menghendaki perdana menteri Prayuth Chan-ocha dan pemerintahannya mengundurkan diri. Gerakan itu juga mendesak dibentuknya konstitusi baru untuk menggantikan konstitusi lama yang ditulis oleh militer, serta reformasi kerajaan.
Baca Juga: Demonstran Thailand Tuntut Perdana Menteri Mengundurkan Diri dalam 3 Hari
(Arief Setyadi )