“Kemudian penambahan suplementasi probiotik dan makanan fermentasi seperti keju, yogurt, dan tape,” kata mahasiswa Farmasi angkatan 2017 tersebut.
(Baca juga: Meski Diimingi Sembako, Warga Petamburan Enggan Ikuti Rapid Tes)
Yudi menjelaskan, dia dan timnya tertarik mengikuti lomba literatur review karena hasil dari literatur review dapat untuk tugas akhir dan publikasi ilmiah, berbeda dengan karya tulis ilmiah. Selain itu juga bisa untuk belajar penulisan.
Pada masa pandemi saat ini, salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak adanya kontak langsung dengan anggota. Pengerjaan artikel dilakukan secara daring, bahkan persiapan presentasi dan pembimbingan.
“Kami berharap karya kami dapat dipublikasikan karena topik ini masih cukup baru di Indonesia dan berpotensi untuk dimasukkan dalam jurnal yang terindeks Sinta,” jelasnya.
(Amril Amarullah (Okezone))