Dalam upaya menekan Eropa untuk menemukan jalan keluar dalam mengatasi sanksi-sanksi AS, Iran secara bertahap telah melanggar batasan-batasan kesepakatan nuklir. Persediaan uranium yang diperkaya Iran, yang seharusnya berada di bawah 300 kilogram berdasarkan kesepakatan itu, sekarang mencapai lebih dari 2.440 kilogram menurut laporan terbaru para inspektur PBB.
Cadangan uranium sebanyak itu menjadikan Iran berpotensi membuat setidaknya dua senjata nuklir, kata para ahli, jika Iran memang menginginkannya. Iran telah lama bersikeras menyatakan bahwa program nuklirnya semata untuk tujuan damai.
Baca Juga: Pesawat Komersial Iran Disatroni Jet Tempur AS, Tiga Penumpang Terluka
Rouhani, seorang yang relatif moderat, bersama dengan menteri luar negeri Iran, telah mengisyaratkan kesediaan negara itu untuk menghentikan program pengayaan uraniumnya dan kembali ke meja perundingan.
Meskipun Biden tampaknya tidak mungkin untuk mencabut sanksi-sanksi yang melumpuhkan Iran pada awal masa jabatannya, seperti yang dituntut Rouhani dalam pidatonya Rabu, presiden terpilih Biden telah mengindikasikan ia akan kembali ke kesepakatan nuklir itu jika Iran terlebih dahulu kembali menunjukkan kepatuhan pada kesepakatan nuklir itu.
(Arief Setyadi )