KUNINGAN - Sejumlah wali santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mutawally, nekat membawa pulang anaknya yang masih positif virus corona (Covid-19). Mereka sudah memadati Ponpes Al-Mutawally, Desa Bojong, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sejak Senin (30/11/2020) pagi.
Hingga Senin sore sekira pukul 15.00 WIB, sudah ada 120 orang santri yang pulang ke rumahnya masing-masing. Para orang tua santri sebelumnya harus mengisi surat pernyataan dan ditanda tangani di atas materai, sebagai bukti mereka akan bertanggung jawab terhadap anaknya yang masih dinyatakan positif terpapar Covid-19.
Penjemputan santri ini sebelumnya sempat dicegah oleh petugas dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan. Kendati demikian, para orang tua santri ini tetap memilih membawa pulang anak mereka.
Baca juga:
36 Siswa SMP di Surabaya Positif Covid-19, Sekolah Tatap Muka Ditunda
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, RS Lapangan Bakal Dibuka di Malang
Direktur Ponpes Al-Mutawally Kuningan, Didin Nurulrosidin menjelaskan, alasan para santri ini diperbolehkan adalah karena mereka masuk dalam orang tidak bergejala. Selain itu, para santri ini sudah melewati masa inkubasi selama 10 hari, saat melakukan isolasi.
"Dalam pedoman penangan Covid-19 Kemenkes yang revisi ke 5, tanggal 3 bulan Juli 2020. Dimana kalau anak itu tidak mengalami keluhan gejala apapun, itu termasuk kategori OTG (orang tanpa gejala). Dan itu cukup berada diisolasi 10 hari, dan dibagian akhir itu tidak ada kata-kata tes. Selesai otomatis," kata Didin saat ditemui Okezone, Senin (30/11/2020).
Didin memastikan, para santri yang masih positif Covid-19 itu dalam kondisi baik. Bahkan ia mengaku, santri-santri tersebut sudah terlihat sehat.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin menyatakan, pihaknya berharap agar orang tua yang sudah membawa anaknya itu, bisa bertanggung jawab, dengan cara anaknya harus diisolasi di dalam rumah. Selain itu, sambung Agus, Satgas Penanganan Covid-19 ditingkat kecamatan, akan selalu melakukan pengawasan.
"Tapi kalau misalkan santri ingin pulang orang tua kita hargai tapi dengan catatan mereka harus siap dirumah untuk isolasi mandiri dan bertanggung jawab. Kami akan kordinasi satgas di kecamatan untuk pengawasan," ujar Agus.
Agus menyampaikan, rencananya Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan akan melakukan tes swab susulan pada hari Rabu mendatang. Ia menyebut, jumlah santri di ponpes itu yang positif Covid-19 mencapai 150 orang.
"Kita menginginkan semua santri bisa pulang, tapi kita minta sampai Rabu besok sampai pengecekan terakhir baru setelah itu dipulangkan," ucap Agus.
(Awaludin)