Usai Dikepung Massa, Rumah Orangtua Mahfud MD Dijaga Banser

INews.id, Jurnalis
Rabu 02 Desember 2020 07:31 WIB
Kader Banser (foto: Dok Okezone)
Share :

SEMARANG - Rumah orang tua Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD dikepung ratusan orang Selasa 1 Desember 2020 kemarin. Untuk membantu pengamanan, puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), akan menjaga rumah orang tua Mahfud MD di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, telah menginstruksikan anggota Banser menjaga kediaman rumah orang tua Mahfud MD untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Baca juga:

Rumah Ibunda Dikepung Massa, Mahfud MD: Selama Ini Berusaha Menghindar, tapi Kali Ini...

Mahfud MD Tak Hadiri Dialog Nasional, PA 212: Sudah Diundang, tapi Berhalangan

Rumahnya Dikepung Massa, Mahfud MD : Mereka Ganggu Ibu Saya, Bukan Menko Polhukam

Ansor memiliki kewajiban melakukan pengamanan karena Mahfud MD merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang sudah semestinya dijaga dari berbagai ancaman.

"Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab utama seluruh kader Banser untuk melindungi para kiai, dan juga tokoh-tokoh NU dari ancaman atau gangguan yang datang. Dengan demikian tanpa diminta pun kita pasti akan beri perlindungan," kata Gus Yaqut, panggilan akrabnya, Rabu (2/12/2020).

Penjagaan rumah ibunda Mahfud MD ini akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar dinilai aman. Untuk pengamanan, pihaknya menerjunkan anggota Banser dari wilayah Pamekasan dan sekitarnya. Mereka akan bertugas bergantian dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat.

Gus Yaqut mengaku sangat prihatin atas terjadinya aksi pengepungan rumah tersebut. Sebab selama ini rumah di Pamekasan bukan dihuni Mahfud, namun oleh orang tuanya. Cara-cara menyampaikan aspirasi dengan mendatangi rumah seseorang tanpa izin juga tak bisa dibenarkan. Lebih-Lebih, aksi mereka tidak sepengetahuan aparat dan cenderung sebagai aksi provokasi dan ancaman.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya