Kejar Kelompok MIT, Ketangguhan TNI-Polri Diuji

Donatus Nador, Jurnalis
Kamis 03 Desember 2020 15:47 WIB
Foto: dok Okezone
Share :

Sebab medan yang dihadapi tidak mudah, ada gunung dan perkotaan yang masing-masing memiliki situasi dan karakteristik yang berbeda. Sehingga strategi, stamina fisik personel, mental, dan peralatan yang dimiliki aparat harus berbeda. “Personil kepolisian yang tidak punya pengalaman di medan hutan, pasti takut untuk ke hutan memburu Ali Kalora CS,” ujar Pane dalam keterangan tertulis kepada media, Kamis (3/12/2020)

Menurut analisis Pane, tim pemburu paling tidak hanya akan berada di luar hutan hingga waktu tugas di Poso berakhir. Itu artinya mereka akan pulang tanpa hasil apa-apa. “Ali Kalora CS tidak akan pernah tertangkap. Sejak 2016, mereka bebas menebar teror di Sulawesi Tengah (Sulteng),” katanya.

Neta memaparkan, Ali Kalora dkk selama ini bersembunyi di Pegunungan Biru, Sulawesi Tengah, wilayah persembunyian berupa hutan lebat. Densus 88 pun, menurut dia, tidak akan bisa menembus medan itu, karena tidak memiliki pengalaman bertempur di hutan. Karena itug Brimob dan TNI harus bersinergi.

(Baca juga: Bareskrim Tetapkan Ustadz Maaher Tersangka UU ITE)

Syarat lain harus dipenuhi Mabes Polri dalam memburu kelompok MIT adalah biaya operasional yang harus memadai dan tidak dipotong oknum pimpinan. “Insentif utuh untuk yang ditinggal di rumah. Peralatan dipenuhi dan reward yang jelas ketika mereka berhasil menghabisi kelompok MTI, misalnya bisa mengikuti pendidikan atau memegang jabatan,” tegasnya.

Perburuan kelompok Ali Kalora, kata dia, tidakmudah. Siapapun aparat yang dikirim ke dalam hutan akan bertaruh nyawa. “Strategi ini harus diperhatikan, sehingga Mabes Polri tidak hanya sekedar ‘perintah kosong’” kata Pane.

(Donatus Nador)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya