"Untuk itu menurut saya kita harus duduk bersama membicarakan apa yang telah menjadi persoalan di antara kita. Dan di dalam bermusyawarah tersebut kita harus samakan sikap dan pandangan kita," tuturnya.
Baca Juga : Unggah Kondisi Pasien Covid-19, Ganjar Ajak Warganet Donor Plasma Darah
Sebagai panduan dalam bermusyawarah, kata dia, sebagaimana disampaikan Keta Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang baru, KH Miftachul Akhyar, persatuan dan kesatuan harus bisa terwujud apabila antar anak bangsa bisa saling menghormati. Kemudian mendudukan persoalan melalui musyawarah.
Jika prinsip saling menghormati, menghargai serta musyawarah ditwrapkan maka segala persoalan bisa terpecehkan dengan baik tanpa harus ada gesekan antar sesama anak bangsa.
(Angkasa Yudhistira)