Tren Kepatuhan Prokes Selama Kampanye Terus Menurun, KPU-Bawaslu Diminta Tegas

Donatus Nador, Jurnalis
Jum'at 04 Desember 2020 17:12 WIB
Foto ilustrasi Okezone
Share :

(Baca juga: AHY Dinilai Lebih Gesit Bermanuver Politik Dibandingkan Puan Maharani)

Ini sangat berbahaya jika merujuk pada hasil studi Yilmazkuday tahun 2020, di mana dinyatakan bahwa untuk menurunkan angka kasus positif dan kematian akibat pandemi Covid-19, maka minimal 75% populasi harus patuh menggunakan masker dan jaga jarak. Angka 4% dan 9% kepatuhan di daerah tersebut sangat jauh di bawah angka 75% sebagaimana disampaikan Yilmazkuday.

Menurut Wiku tren menurun itu bermula dari periode libur panjang tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2029. Dari periode itu, kemudian berlanjut hingga akhir November 2020. "Dari fakta tersebut, dapat disimpulkan, bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan. Dan kepatuhan tersebut semakin menurun,” tuturnya.

Wiku mengatakan, penularan Covid-19 akan meningkat jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan. "Sehingga dapat dipastikan jika dilakukan testing dan tracing maka kasus positif akan meningkat. Jika terus seperti ini maka sebanyak apapun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi," kata Wiku.

Sesungguhnya, tren menurunnya kepatuhan terhadap prokes jauh sebelum periode libur panjang. Bawaslu sendiri memiliki catatan tentang meningkatnya jumlah pelanggaran terhadap prokes selama periode kampanye Pilkada.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya