CHINA - Tiga hari setelah China berhasil meluncurkan pesawat ruang angkasa Chang’e 5 ke bulan, tiga wanita yang berperan penting dalam proses pendarat ikut menarik perhatian.
Kehadiran ketiganya disebut-sebut sama dengan film Hollywood “Hidden Figures” pada 2006. Film ini menampilkan tiga ahli matematika dan insinyur wanita Afrika-Amerika yang bekerja untuk The National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada era 1960-an.
Di kehidupan nyata di China, salah satu wanita, Zhou Chengyu, komandan sistem konektor roket berusia 24 tahun dalam program eksplorasi bulan, langsung menjadi nama yang paling banyak dicari di akun Weibo yang mirip Twitter.
“Semua orang penasaran dengan Zhou karena dia adalah wanita yang sangat muda,” kata Wan Chaoran, seorang kandidat doktor di bidang teknik kimia di Universitas Pertambangan dan Teknologi China.
Apalagi, di China tidak biasa bagi seseorang seperti Zhou untuk memegang posisi penting di program eksplorasi luar angkasa paling terkenal.
“Laporan itu juga menunjukkan tidak adanya wanita yang diakui dalam laporan China sebelumnya. Saya berharap suatu saat media tidak perlu lagi memuat laporan khusus tentang ilmuwan perempuan. Kita semua manusia, melakukan pekerjaan yang sama,” tambahnya, dikutip Inkstone News.
Selain Zhou, ada dua wanita lain. Yakni Cui Yihan, yang mengelola peralatan perangkat lunak peluncuran roket, dan Sun Zhenlian, sebagai Direktur sistem pendukung peluncuran roket.
Cui baru saja lulus dari Universitas Sains dan Teknologi China di provinsi timur Anhui. Sedangkan Sun adalah veteran roket sistem peluncuran Long-March China. Pada tahun lalu, Sun menjadi topik berita ketika dia terlihat menangis kegirangan setelah roket China Long-March 3 berhasil diluncurkan.
Seperti diketahui, pesawat ruang angkasa Chang’e 5 adalah fase kelima dari Program Eksplorasi Bulan China, yang dimulai pada bulan Maret 2004. lalu.