JAKARTA - Kondisi terkini di markas FPI di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat terlihat sepi dan normal. Tidak ada aktivitas yang menonjol setelah pemakaman Laskar FPI yang ditembak polisi.
Pantauan di lokasi, tidak ada penjagaan khusus baik yang dilakukan oleh Kepolisian, TNI ataupun FPI sendiri. Hanya ada beberapa orang yang berjaga di pintu masuk Jalan Petamburan III.
(Baca juga: Syekh Ali Jaber: Hancurnya Kakbah Lebih Ringan dari Membunuh Seorang Muslim!)
Namun sekitar pukul 11.27 WIB, ada satu mobil ambulance dari DPP FPI yang masuk ke markas FPI itu. Belum diketahui kedatangan ambulance itu untuk apa, namun tidak berapa lama sekitar mobil ambulance itu keluar dari Markas FPI itu.
(Baca juga: Sekujur Tubuh 6 Laskar FPI Dipenuhi Luka Tembak)
Sebelumnya, Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar mengatakan, keenam jenazah anggota FPI yang ditembak mati oleh aparat telah dimakamkan pada Rabu (9/12/2020) pagi.
"Betul telah dimakamkan pagi ini ya. Lima orang dimakamkan di Megamendung dan satu di Cengkareng," ungkap Azis.
Azis menambahkan, satu orang yang dimakamkan di Cengkareng atas nama Lutfi Hakim di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat.
Peristiwa penyerangan pendukung Habib Rizieq terhadap aparat kepolisian itu terjadi pada Senin 7 Desember 2020 pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.
Kejadian tersebut ketika petugas sedang mengecek informasi mengenai ada pengerahan massa terkait pemanggilan Habib Rizieq Shihab di Polda Metro, Senin 7 Desember 2020.
Mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengkuti kendaraan pengikut Habib Rizieq, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua kendaraan pendukung Rizieq. Bahkan, ketika kejadian itu pihak yang diduga pendukung Rizieq menodongkan senjata api dan senjata tajam berupa samurai dan celurit ke arah aparat kepolisian.
Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil tindakan tegas terukur. 6 orang pendukung Habib Rizieq meninggal dunia, sementara 4 lainnya melarikan diri.
Dalam kasus ini petugas mengalami kerugian materil berupa rusaknya kendaraan yang ditabrak pelaku dan adanya bekas tembakan senpi pelaku di tempat kejadian perkara (TKP).
Adapun keenam orang yang tewas itu adalah, Faiz, Ambon, Andi, Reza, Lutfi dan Khadafi. Mereka semua diketahui merupakan anggota Laskar FPI DKI Jakarta.
(Fahmi Firdaus )