"Terakhir, dia (Tommy) menelefon Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR dan menyerahkan ponselnya ke saya. Telefon ini saya pahami, kalau orang ini meyakinkan saya untuk permintaannya tolong dilayani, karena pertama membawa jenderal dan menunjukkan kedekatannya dengan Kabaresrim. Kemudian ingin menunjukkan yang lebih besar lagi, yaitu Pak Azis Syamsuddin juga petinggi pejabat negara," jelasnya.
Usai menunjukan kedekatannya itu, Tommy meminta Napoleon untuk mengecek status red notice Djoko Tjandra di Interpol.
"Lalu saya katakan, saya lihat dulu apakah masih masuk di red notice atau tidak, kalau masih terdaftar tidak mungkin saya sampaikan ke dia," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)