Liviana Setianur Maranti, Ingin Memajukan Perekonomian Indonesia Melalui Industri Pariwisata dan Penyelenggaraan Acara

Karina Asta Widara , Jurnalis
Sabtu 12 Desember 2020 10:50 WIB
Foto : Dok Pribadi
Share :

Selama magang, Project officer in Parade Global Goals MUN 2018, ini awalnya ingin melakukan PKL di perusahaan ini dengan tujuan dapat memenuhi laporan akhir semester 7. Ia berfokus pada kegiatan promosi pada suatu pameran. Namun, selama magang, ia diberikan kepercayaan untuk membuat konsep dan mengeksekusi beberapa event berskala nasional. Sehingga lingkup pekerjaan yang dilakukan tidak hanya seputar kegiatan promosi saja, tapi mulai dari membuat konsep acara, menentukan dan berkomunikasi dengan speaker, membuat konten publikasi, bekerjasama dengan partner nasional maupun internasional, membuat flow dan rundown acara hingga berkordinasi dengan vendor dan volunteer. “Di perusahaan tersebut saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi kordinator di 2 acara konferensi nasional, yaitu Rembuk Nasional Pariwisata Indonesia 2019 dan Indonesia Tourism Summit 2019,” ungkapnya.

Liviana menjelaskan, Rembuk Nasional Pariwisata Indonesia 2019, suskes diselenggarakan pada 15 Oktober 2019 di Aruba Room The Kasablanka. Acara ini diinisasi oleh Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) dan didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI 2014-2019. Sejumlah pembicara lainnya di antaranya Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah, Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, Didien Junaedy, Ketua Umum GIPI, Johnnie Sugiarto Wakil Ketua Umum PHRI Bidang Destinasi Wisata, Nunung Rusmiyati Ketua Umum ASITA, Agus Rochiyardi, Dirut Badan Otorita Borobudur, dan Hiramsyah S. Thaib, Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

Acara ini merupakan konferensi pariwisata yang terbagi menjadi tiga sesi. Pada sesi pertama membahas perkembangan dan strategi terbaru pariwisata Indonesia. S,esi kedua membahas tantangan yang akan dihadapi Indonesia di masa mendatang dalam sektor pariwisata. Sedangkan sesi ketiga pelaksanaan penandatanganan nota kesepakatan komitmen mendukung pengembangan pariwisata Indonesia. Acara ini dihadiri oleh 300 peserta yang tergolong dalam pentahelix / 5 unsur stakeholder pariwisata, yaitu akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, asosiasi, dan media.

Sedangkan Indonesia Tourism Summit 2019 Cdiinisiasi oleh ITTA Foundation bekerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta dan Universitas Bina Nusantara. Acara ini merupakan konferensi pariwisata yang membahas tentang pengembangan pariwisata terkini di Indonesia. Dihadiri 300 peserta dari kalangan akademisi, asosiasi, praktisi, pemerintah, dan media. Acara ini diselenggarakan pada 17 Desember 2019 dan dihadiri oleh pembicara dari Indonesia dan Malaysia. Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI juga menyempatkan hadir untuk memberikan keynote speech di acara ini.

Dalam kedua acara ini, Floor manager in Pop Art Beauty Exhibition 2017, ini berkesempatan untuk menangani acara. Mulai dari pembuatan proposal, melakukan koordinasi dan dealing dengan speaker, menentukan konten publikasi, berkoordinasi dengan Kemenparekraf melakukan kerja sama dengan partner, berkordinasi dengan vendor, melakukan screening volunteers, membuat laporan event. “Tentu dalam pelaksanaan saya juga dibantu oleh tim (ada 2 rekan dari Politeknik Negeri Jakarta dan 4 rekan dari Politeknik Negeri Makassar yang sama-sama mengikuti program magang),” jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya