Maul Dwi Muchtadhi, Belajar Disiplin dan Mencapai Target saat Magang

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis
Jum'at 18 Desember 2020 09:40 WIB
Foto: Dok Pribadi
Share :

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo, meminta pihak industri untuk membuka akses kerja sama dengan lembaga pendidikan, terutama sekolah vokasi dan kejuruan. Jokowi menyatakan, Indonesia memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan ekonomi dengan meningkatkan kapasitas SDM. Apalagi, Indonesia sedang mengalami bonus demografi.

Di sisi lain, magang menjadi bagian dari kemitraan antara institusi pendidikan dan industri yang terus diperkuat oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit. Mitras DUDI). Proses magang dilakukan secara terstruktur, sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh setiap mahasiswa, sehingga hasil dari magang tidak hanya sebagai pengalaman kerja, tetapi juga implementasi kerja sama yang berkelanjutan.

Maul Dwi Muchtadhi, mahasiswa D4 Teknik Pengelasan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, merupakan salah satu mahasiswa yang mengikuti magang di PT. PAL Indonesia (Persero). PT. PAL Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam industri galangan kapal dan bertempat di Surabaya. Awal mula PT. PAL Indonesia, yaitu dari sebuah galangan kapal yang bernama Marine Establishment (ME) dan diresmikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1939. Pada masa pendudukan Jepang, perusahaan ini beralih nama menjadi Kaigun SE 2124.

Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia menjadikan perusahaan ini tingkat nasional dan merubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Pada 15 April 1980, pemerintah merubah status perusahaan dari perusahaan umum menjadi perseroan terbatas, sesuai dengan akta No. 12, yang dibuat oleh Notaris Hadi Moentoro, SH.

PT. PAL Indonesia (Persero) dengan kegiatan utama memproduksi kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal, serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan. Kemampuan rancang bangun dari PT PAL Indonesia (Persero) telah memasuki pasaran internasional dan kualitasnya sudah diakui dunia. Kapal-kapal yang diproduksi PT. PAL Indonesia (Persero) telah melayari perairan di seluruh dunia.

Lelaki kelahiran Banyuwangi, 14 Juli 1997, ini magang di PT. PAL Indonesia selama empat bulan (September – Desember 2020). Ia bisa magang di PT. PAL Indonesia karena adanya kerja sama antara PT. PAL Indonesia dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Maka dari itu PT. PAL Indonesia membuka kesempatan untuk mahasiswa yang ingin melaksanakan program magang sesuai dengan bidang ilmu yang didalami.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya