Lewat Pesan Ini, Munarman Ingin Menyentuh Hati Nurani Penguasa

Djairan, Jurnalis
Jum'at 18 Desember 2020 10:22 WIB
Sekum FPI Munarman (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman menyampaikan pesan khusus kepada pihak yang disebutnya penguasa. Munarman menyebut pesan itu sebagai sebuah nasihat.

Mantan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu mengatakan, agar penguasa dalam hal ini para pejabat untuk tidak bertindak kejam. Sebab, kata Munarman, perlakuan penguasa akan dipertanggung jawabkan.

“Kepada para penguasa, kalian itu juga berasal dari rakyat tadinya, umur kalian menjabat itu juga tidak lama, kekayaan kalian juga untuk sementara kalian hidup, kalian mati tidak dibawa juga, saya cuma mau menasihati, ini di luar urusan hukum lah pokoknya,” ujar Munarman dalam pesan video, dikutip Jumat (18/12/2020).

“Cobalah jangan keji, jangan kejam-kejam begitu, berkuasa itu ada pertanggung jawabannya, nanti kalian akan bertanggung jawab, kalau sudah mati baru tahu rasa nanti kalian,” sambungnya.

 Baca Juga: Bahaya, Munarman Minta Massa Usai Aksi 1812 Pulangnya Memencar 

Dirinya menyebut pesan tersebut di luar kasus hukum yang kini melibatkan FPI. Seperti diketahui, pendalaman kasus yang menewaskan enam Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 masih terus berjalan.

Begitupun dengan kasus yang melibatkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan massa, hingga penghasutan dan melawan petugas kepolisian.

“Saya cuma ingin menyentuh hati nurani (penguasa) saja, kalian bengis terhadap rakyat, kejam terhadap rakyat, dan kalau tidak bisa merasakan bahwa kalian telah melakukan kezaliman, itu justru menunjukkan bahwa hati nurani kalian sudah tertutup, terhadap apa yang dialami dan diderita rakyat,” kata Munarman.

Baca Juga:  Munarman Ingatkan Masa 1812 Ada Perusuh Disiapkan untuk Membumihanguskan

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya