Polsek Cilandak Evakuasi Jenazah yang Ditemukan dalam Kontrakan

Antara, Jurnalis
Jum'at 25 Desember 2020 15:56 WIB
Foto: Antara.
Share :

JAKARTA - Polsek Metro Cilandak Jakarta Selatan mengevakuasi jenazah seorang pegawai negeri sipil (PNS) perempuan di kontrakannya Jalan Asem II, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat.

Kapolsek Metro Cilandak AKP Iskandarsyah menyebutkan korban bernama Afrima Yanti, 46 tahun, beralamat KTP di Jalan Cililitan Besar RT 07/RW 09 Kelurahan Cililitan Besar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

BACA JUGA: Disangka Sudah Meninggal, Seorang Pria 'Hidup Lagi' di Kamar Jenazah

"Menurut keterangan saksi-saksi, almarhumah bekerja sebagai PNS di dinas kesehatan, tapi masih kita telusuri dinas di kota mana," kata AKP Iskandarsyah.

Iskandarsyah mengatakan dugaan sementara, almarhum meninggal dunia karena sakit karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

Pada saat ditemukan tubuhnya dalam posisi telentang dan mulut mengeluarkan busa.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kronologis penemuan jenazah almarhum terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.

Saksi pertama, Ketua RT 013, Ahmad Kosasih, sempat melihat kejanggalan sebelum jenazah almarhum di dalam kamar kontrakan yang terletak di Jalan Asem II Gg.H Achpas RT013/RW 02 No.9 D.

Iskandarsyah menyebutkan, kejanggalan tersebut ketika saksi Kosasih pulang dari patroli wilayah pukul 03.00 WIB, dirinya melihat lampu kamar kontrakan milik Aprima Yanti masih menyala.

"Lampu kamarnya masih menyala, sedangkan alarm telepon selulernya terus berbunyi," kata Iskandarsyah mengulang keterangan saksi.

Lalu sekitar pukul 05.35 WIB, seorang tukang sayur langganan almarhum datang untuk mengantarkan sayuran pesanannya. Tukang sayur mengetuk pintu kontrakannya, tapi almarhum tidak menjawab panggilan.

BACA JUGA: Petugas Wanita Pamulasaran Jenazah Covid-19

Berkali-kali dipanggil, almarhum tidak menjawab, hingga akhirnya tukang sayur menitipkan pesanan almarhum kepada Hajah Mahmudah yakni pemilik kontrakan.

Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, saksi Ade Rahmawati (anak pemilik kontrakan) mencoba mengantarkan sayuran milik almarhumah yang dititipkan tadi.

Saksi Ade lagi-lagi mengetuk dan memanggil almarhum yang diyakini berada di dalam kamar. Tapi, almarhum tetap tidak merespon panggilan.

Karena curiga, saksi Ade melaporkan hal tersebut kepada Kosasih (Ketua RT). Lalu para saksi mencoba membuka jendela kamar kontrakan almarhum untuk mencari tahu.

"Ketika jendela dibuka, saksi melihat korban dalam keadaan posisi terlentang dan mulut mengeluarkan busa," kata Iskandarsyah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya