Ketika Pemerintah Tampilkan Video Habib Rizieq Dukung ISIS dan Simulasi Potong Leher

Riezky Maulana, Jurnalis
Rabu 30 Desember 2020 15:46 WIB
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (foto: Sindo)
Share :

Bahkan, Rizieq meminta kepada pengikutnya agar jangan sampai diadu domba dengan ISIS. Menurutnya, tindakan memusuhi ISIS tidak akan pernah terjadi dan dilakukan oleh FPI.

"Kalau pemerintah zalim, tentara jahat, polisi jahat, main tangkap, main tembak, rakyat hartanya dijarah, tamahnya dirampas. Syariat Islam disingkirkan, saya mau tanya besok perlu ada ISIS tidak? Perlu ISIS tidak?," tanya Rizieq ke pengikutnya yang kemudian dijawab perlu.

Di samping itu, pemerintah juga menampilkan video anggota FPI yang mendukung pembaiatan massal ISIS di Makassar, Sulawesi Selatan. Kejadian itu terjadi sekira lima tahun silam, tepatnya 25 Januari 2015.

Dalam video tersebut ditampilkan ada seorang yang sedang memimpin banyak orang mengucapkan sebuah kalimat. Terlihat di lokasi terpampang bendera ISIS.

Selanjutnya, ada cuplikan video orasi Habib Rizieq yang berbicara terkait dengan konflik agama yang terjadi di Poso-Ambon. Dalam orasi tersebut, Habib Rizieq menyebut pihaknya memikiki berbagai senjata tajam, senjata api, dan juga amunisi untuk melakukan perang tujuh hari tujuh malam di Poso.

"Polisi lari, tentara lari, ribuan orang Kristen mai saudara, mereka lari tebirit-birit lari ketakutan teriak-teriak minta tolong kepada Amerika, minta damai ke pemerintah pusat, Biad*b," tegas Rizieq.

Tak hanya itu, ditampilkan juga para anggota FPI yang tengah melakukan latihan atau simulasi potong leher. Diduga kegiatan itu terjadi saat DPC FPI-LPI Macan Proppo Pamekasan yang ketiga.

Terlihat dari video tersebut ada seorang pria mengenakan pakaian serba putih dengan sarung yang digantung di pundaknya melakukan simulasi pemotongan leher terhadap para pemuda yang tengah duduk.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya