Media Asing Soroti Aksi Kemanusiaan FPI Pasca-Dibubarkan Pemerintah

INews.id, Jurnalis
Rabu 30 Desember 2020 19:43 WIB
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (foto: Sindo)
Share :

JAKARTA - Pemerintah resmi membubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI). Pelarangan tersebut tertuang dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tertanggal 23 Desember tahun 2014 yang mencabut legal standing (kedudukan hukum) organisasi masyarakat tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengumumkan larangan atas seluruh aktivitas FPI saat konferensi pers bersama dengan 10 petinggi Kementerian dan Lembaga, Rabu (30/12/2020) di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.

Pembubaran ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab itu pun mendapat sorotan media asing. Salah satunya kantor berita Internasional yang berbasis di London, Inggris, Reuters.

Baca juga:  Polri Larang Segala Aktivitas dan Pengunaan Atribut FPI 

Menurut media itu, keputusan pemerintah melarang FPI semakin membuka peluang meningkatnya ketegangan politik di Indonesia.

“Larangan (kegiatan FPI) itu muncul setelah kembalinya tokoh spiritual kelompok itu, Rizieq Shihab, dari pengasingan diri di Arab Saudi bulan lalu,” tulis Reuters dalam berita bertajuk Indonesia's banned Islamic group has seen its influence rising, Rabu (30/12/2020).

“(Kepulangan Rizieq) menyebabkan kekhawatiran di pemerintahan bahwa dia dapat memanfaatkan kekuatan oposisi terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), menggunakan Islam sebagai seruan (untuk menggalang dukungan),” ungkap media Barat itu.

Baca juga: Markas FPI Dikunci Polisi, Habib Rizieq Terancam Gagal Raih Gelar Doktor

Dalam berita yang sama, Reuters juga menuliskan sejumlah aktivitas FPI sejak didirikan lebih dari dua dekade lalu. Di antaranya adalah, ormas itu pernah memaksa pembatalan konser Lady Gaga di Indonesia. Media itu bahkan menuliskan, FPI dalam gerakannya juga mengembangkan reputasi sebagai organisasi yang suka menggerebek tempat-tempat hiburan seperti bar dan rumah bordil.

“Dia (FPI) juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan pascaterjadinya berbagai bencana alam,” tulis Reuters.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya