Cerita Nakes RI Divaksin Covid-19 di Inggris, Efek Samping yang Dirasakan Hanya Pegal Linu

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 02 Januari 2021 05:26 WIB
Diyah Mustikaning Pitha Prawesti Tenaga kesehatan RI yang bekerja di Inggris disuntik vaksin Covid-19 (Foto: BBC Indonesia)
Share :

TENAGA kesehatan Indonesia yang bekerja di rumah sakit di London dan termasuk dalam kelompok pertama yang mendapat vaksinasi massal Covid-19 di Inggris, mengatakan efek samping yang mereka rasakan hanya "pegal linu" atau nyeri badan.

Tiga nakes Indonesia yang bekerja di rumah sakit yang berbeda di London akan mendapatkan dosis kedua vaksin Pfizer pada sekitar pekan kedua Januari ini, untuk memastikan imunisasi penuh.

 Baca Juga: Kasus Covid-19 di Dunia Tercatat Ada 83,5 Juta, Paling Banyak Negara Mana?

Dua dokter dan seorang perawat Indonesia mengalami apa yang disebutkan dalam lembaran yang dibagikan sebelum vaksinasi, sebagai efek samping ringan, namun dengan tingkatan yang berbeda.

Dyah Mustikaning Pitha Prawesti, dokter kebidanan dan kandungan, yang bekerja di Chelsea and Westminster Hospital, London mengatakan yang ia rasakan, "Sedikit pegal dan linu saja, tapi lengan dan tangan masih tetap berfungsi seperti biasa."

Kemungkinan efek samping

Sebelum imunisasi, mereka yang divaksin diberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab untuk meminimalisir efek samping.

Berdasarkan brosur yang diberikan kepada mereka yang divaksin, disebutkan bahwa sebagian besar efek samping ringan dan akan hilang dalam beberapa hari dengan minum obat penghilang nyeri dan demam seperti parasetamol.

"Seperti halnya semua vaksin, vaksin BNT162b2 Covid-19 mRNA dapat menyebabkan efek samping, namun tak semua akan merasakan," demikian tertulis dalam brosur itu.

Yang sangat biasa: Dapat mempengaruhi lebih dari 1 dalam 10 orang

Nyeri di tempat suntikan

- Lelah

- Sakit kepala

- Nyeri otot

- Menggigil

- Nyeri persendian

- Demam

Biasa: Dapat mempengaruhi 1 dalam 10 orang

- Bengkak di tempat suntik

- Merah di tempat suntikan

- Mual

Tidak biasa: Dapat mempengaruhi 1 dalam 100 orang

- Kelenjar getah bening membesar

Dalam brosur vaksin juga disebutkan bahwa vaksin ini tidak berpengaruh terhadap "kemampuan orang untuk mengemudi kendaraan dan menggunakan mesin, namun kemungkinan terpengaruh masih ada."

"Jangan mengendara atau mengoperasikan mesin sampai Anda yakin, tidak ada efek samping vaksin," tulis brosur itu.

Baca Juga:  Ini Syarat WNA yang Diperbolehkan Masuk ke Indonesia

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya