Ketua tim peneliti Genose, Prof. Kuwat Triyana mengatakan produksi GeNose C19 diutamakan kepada pemerintah serta perusahaan yang akan memanfaatkan GeNose C19 untuk melakukan deteksi kepada banyak orang.
“Kita tidak merekomendasikan alat ini untuk dimiliki pribadi. Bukannya kita tidak butuh uang, tapi ini kita alokasikan agar dalam sehari alat ini dapat menguji 120 hingga 200 orang, kalau kita punya 10 ribu itu 2 juta orang sehari,” paparnya.
Alat yang sudah memperoleh paten dalam negeri ini, terangnya, memiliki sejumlah perbedaan dengan alat serupa yang sudah dikembangkan di beberapa negara, salah satunya dalam penggunaan kantong penampung nafas yang terpisah dari alat GeNose sehingga mengurangi kemungkinan transmisi virus.
(Angkasa Yudhistira)