Pakar Minta Pemerintah Lebih Selektif Memilih Influencer Kampanye Vaksinasi Covid-19

Riezky Maulana, Jurnalis
Senin 18 Januari 2021 05:33 WIB
Foto: Illustrasi Shutterstock
Share :

Di sisi lain, dia menjabarkan, masyarakat seharuanya dapat memahami bahwa niat pemerintah dalam melakukan vaksinasi adalah hal baik. Selain itu, pemerintah sendiri harus benar-benar dapat menyediakan dosis vaksin yang besar yang nanrinya dapat dipergukanan oleh masyarakat.

"Sekarang kan dosis vaksin masih terbatas. Kalau ketersediaan vaksin itu dijamin dan dilakukan terus klinikal review and approval, maka tiada kata yang membuat masyarakat ragu seharusnya," ucapnya.

Dia menuturkan, dalam menghadapi Covid-19 dan itu tidak bisa secara sendiri-sendiri dan harus bersama-sama. Hal itu dikarenakan adanya keterkaitan dengan kepedulian sosial.

"Kalau ada yang menolak karena faktor komorbit dan penyakit itu wajar. Tetapi kalau ada yang menolak karena menganggap vaksin yidak efektif sebenarnya ini juga bermakna kalau orang itu tidsk peduli terhadap lingkungan. Karena, ya pada akhirnya vaksin itu dilakukan secara kompak, disiplin dan berkelompok, enggak bisa sendiri-sendiri," ungkapnya.

Sekadar informasi, Indonesia memulai vaksinasi pertama, Rabu (13/1/2021) pagi WIB. Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Indonesia.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, Presiden Jokowi disuntik vaksin Covid-19. Presiden Jokowi disuntik vaksin Sinovac buatan Tiongkok.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya