IRAK - Koalisi Al Fatah menanggapi laporan yang menyebutkan orang-orang di negaranya berada di balik serangan di Riyadh, Arab Saudi.
Pemimpin koalisi, Abu Mithaq Al-Masari mengatakan kepada kantor berita Shafaq, "Setiap orang harus tahu bahwa tidak ada serangan yang diluncurkan dari Irak ke negara tetangga, Arab Saudi atau lainnya,” ujarnya, Selasa (26/1/2021).
"Agenda mencurigakan mendukung proposisi ini. Mereka ingin menyeret partai-partai perlawanan Irak ke dalam rawa dan sudut pembunuhan. Agenda mencurigakan ini juga berada di balik pemboman kedutaan AS di Baghdad," tambahnya.
Al-Masari menegaskan, ‘orang Irak’ tidak membom tetangga mereka, baik dari faksi maupun kelompok lain. Menurutnya, rumor yang muncul bertujuan menempatkan faksi dan pemimpinnya di bawah risiko tembakan dan pembunuhan.
Sebelumnya diberitakan, ledakan besar di Riyadh menggegerkan publik. TV Al Arabiya milik Saudi mengutip laporan lokal tentang ledakan dan video yang beredar di media sosial yang menunjukkan sebuah rudal dicegat di Riyadh.