MYANMAR - Sejumlah warga berduyun-duyun memadati anjungan tunai mandiri (ATM), supermarket, dan toko sembako, gegara adanya kudeta militer di Myanmar.
"Saya bicara dengan dengan beberapa orang yang juga antre di depan bank. Mereka mengatakan, 'kami sangat tidak bahagia pagi ini kenapa sampai terjadi seperti ini," kata Rina, warga Indonesia yang tinggal di pinggiran kota Yangon, Myanmar.
"Tadi pagi saya sempat keluar untuk tarik uang dari ATM. Walau di jalan-jalan terlihat cukup tenang, antrean panjang sekali," tutur Rina.
Baca juga: Ditahan, Suu Kyi Serukan Publik Gelar Protes Tolak Kudeta Militer Myanmar
Supermarket, dan juga apotek dan juga warung-warung kecil yang jual beras dan minyak itu semua antrenya panjang sekali.
"Warga nampaknya mengalami kepanikan untuk membeli barang-barang (panic buying), karena kekhawatiran jalan-jalan akan ditutup," sambungnya.
Baca juga: Kudeta Militer di Myanmar, 500 WNI dalam Keadaan Baik dan Aman
Di wilayah tersebut belum terlihat ada pengerahan tentara di jalan-jalan. Namun, saya tidak tahu situasinya di pusat kota.
"Jalan dari kota menuju bandara Yangon International Airport sudah ditutup sejak pukul delapan pagi. Saya kebetulan tinggal di dekat bandara," katanya.