Strategi Khusus Kudeta Demokrat, Akankah Moeldoko Kantongi Tiket Pilpres 2024?

Mohamad Yan Yusuf, Jurnalis
Sabtu 06 Februari 2021 16:10 WIB
Foto: Okezone
Share :

Tak seperti Subur, Ferdinand Hutahaen kemudian memilih mengundurkan diri pada Oktober 2020 lalu. Ferdinand berujar dirinya dan partai Demokrat sudah tak lagi sepaham. Meski demikian sembari melanjutkan usahanya, ia tetap berpolitik.

"Setelah mundur, saya tetap berpolitik meski belum masuk partai mana pun, karena berpolitik itu kan tak harus di partai politik. Dan sambil urus usaha yang selama ini saya kerjakan," ujarnya.

Konflik Partai Demokrat sendiri bukanlah yang pertama, sebelumnya Almarhum Ventje Rumangkang dan pendiri lainnya pernah menggugat Partai Demokrat.Selain itu ada dua orang lagi yang menggugat, tapi sudah meninggal dunia, yakni Sys Ns dan Sultan Bhatoegana.Pendiri utama Prof Subur Budi Santoso yang juga Ketua Umum pertama Partai Demokrat juga pernah menggugat.

Kepada MPI, Pendiri Partai Demokrat, Etty Manduapessy menilai saat ini Partai Demokrat tidak sesuai dengan tujuan awal pendiriannya.Ia bahkan mengaku sudah kehilangan respect dengan SBY karena nepotisme. Padahal saat pendirian Partai dirinya sampai menjual hartanya untuk kelangsungan hidup Partai.

Namun belakangan, SBY mengatur Partai Demokrat seperti Perusahaan Keluarga, dinasti politik seperti dibuatnya. Sejumlah kerabat dan keluarganya menduduki DPR, DPRD, hingga Kepala Daerah.

“Ini di Demokrat ini banyak orang penjilat, banyak Yudas di situ, banyak cari jabatan yang pada dapat kursi, banyak di situ. Tapi prinsipnya kita sebagai pendiri lain, pendiri itu punya kewajiban moral untuk bilang siapa bisa siapa tidak bisa. Kita berpikir untuk kepentingan nasional, rakyat, kita tidak berpikir untuk kepentingan duduk di partai, atau di DPR atau jadi pejabat A, B, C dan sebagainya. Kita tidak berpikir begitu,” ungkapnya.

Alasan dan kesepakatan saat mendirikan partai kemudian diabaikan oleh SBY yang dinilainya kini tak lagi berjuang untuk negara melainkan keluarganya. Maka itu, dia menilai SBY sebagai raja tega.

Selain itu, janji SBY kepada para pendiri Partai Demokrat tidak pernah terealisasi hingga masa bakti berakhir sebagai presiden RI, hal ini membuat sejumlah pendiri menjadi frustasi. Sementara terhadap kepemimpinan AHY, ia mengaku tidak mengenalnya. “Terus terang saya ini tidak kenal AHY itu, saya ini cuma kenal SBY karena kita dari awal,” tuturnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya