JAKARTA - Saat ini, mayoritas desa dipimpin kepala desa lulusan SMA (Sekolah Menegah Atas). Untuk itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berkomitmen all out membina agar tata kelola pemerintahan desa semakin baik.
"Kami sangat support, terutama dalam pembinaan aparatur pemerintah desa. Sedangkan untuk mengelola anggarannya, programnya apa kita serahkan sepenuhnya kepada Bapak Mendes," katanya dikutip dari pers rilis Puspen Kemendagri, Kamis (11/2/2021).
Berdasarkan data, kepala desa yang ada di Indonesia berasal dari beragam latar belakang. Di mana tingkat pendidikannya pun berbeda-beda yakni doktoral 0.01%, magister 0.5%, S1 15%, SMA 62%, SMP 16%, dan SD 4%.
Baca Juga: Mendagri Terbitkan Instruksi PPKM Mikro, Begini Aturannya
Menurutnya seorang kepala desa yang notabene adalah pejabat yang dipilih langsung oleh rakyat mesti dibekali dengan berbagai pengetahuan dan kecakapan untuk mengelola pemerintahan di desanya. Dia menekankan agar pengelolaan pemerintah desa harus dijalankan sesuai konsep manajemen pemerintahan yang profesional.
Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Mendagri Terbitkan Instruksi Baru untuk Daerah
Hal ini harus didukung oleh SDM aparatur desa yang mumpuni, yang ditopang oleh latar belakang pendidikan yang baik.
"Ilmu-ilmu dasar tentang pemerintahan, cara pengelolaan keuangan yang benar, bagaimana mengawasi dan mengevaluasi, memerlukan ilmu tersendiri. Termasuk juga bagaimana bisa menangkap peluang di desanya dan potensi apa yang bisa dikembangkan," ujarnya.