JAKARTA – Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman mengklaim pemerintah tidak memakai jasa buzzer untuk melakukan kontra narasi terhadap suara-suara kritis di media sosial (medsos).
Fadjroel mengaku akun media sosialnya juga kerap diserang buzzer setiap hari. Namun, ia tidak ambil pusing, cukup block akun-akun yang dirasa tidak jelas.
“Pemerintah tidak punya buzzer. Medsos saya juga 24 jam diserang buzzer, pakai fitur blok saja ya beres,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/2/2021).
Fadjroel kembali mengklaim bahwa pemerintah tidak pernah takut kritik. Sebab kritik merupakan jantung demokrasi. “Pemerintah tidak pernah takut kritik. Kritik itu jantung demokrasi,” imbuh dia.
Dia menyebut influencer atau key opinion leader (KOL) yang menyosialisasikan penanganan Covid-19 dan vaksinasi tidak dibayar. “Influencer atau KOL terkait Covid-19 dan vaksinasi itu cuma-cuma dan gratis sebagai bentuk gotong royong melawan pandemi covid-19,” tandas Fadjroel.
Baca Juga : Keluarkan Fatwa soal Buzzer, Ini Hal yang Diharamkan MUI
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta warga tak segan memberi kritik atau masukkan kepada pemerintah, khususnya untuk memperbaiki pelayanan publik di Indonesia.