SEMARANG - Tingginya tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wongsonegoro Semarang mencapai 88 persen, membuat pihak rumah sakit menutup tiga ruang isolasi sejak 9 Februari 2021.
Alhasil, penutupan ini juga mengurangi ketersediaan ruang tempat tidur isolasi yang kini menjadi 150 ruang tempat tidur.
Baca Juga: Atasi Covid-19, Anies Baswedan: DKI Jakarta Butuh Relawan Tenaga Kesehatan
Pihak rumah sakit sudah menutup tiga kamar, antara lain Ruang Prabu Kresna yang kini sudah digunakan untuk pasien rawat umum. Kemudian, Ruang Kamar Nakula dan Parikesit yang masih kosong tidak ditempati.
Baca Juga: Mantan Panitera PN Jakut Rohadi Positif Covid-19, Sidang Ditunda
Penutupan tiga ruang isolasi juga menurunkan ketersediaan ruang tempat tidur isolasi. Jika total jumlah ketersediaan ruang tempat tidur isolasi semula berjumlah 202 ruang tempat tidur, kini telah dikurangi menjadi 150 ruang tempat tidur.
"Adanya gerakan Jateng di rumah saja selama dua hari yang diusung Gubernur Jawa Tengah dan PPKM Jawa Bali, berdampak pada tingkat penurunan Covid-19. Kami berharap tingkat kesembuhan pasien Covid 19 di Kota Semarang semakin meningkat," ujar Wakil Direktur RSUD Wongsonegoro dr Eko Krisnarto, SP,KK.
(Sazili Mustofa)