Seperti diketahui, Bank Syariah Indonesia (BSI) baru berdiri pada tanggal 1 Februari 2021, dengan merger antara Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI Syariah, dan BRI Syariah.
Indah Megahwati selaku Direktur Pembiayaan Pertanian pada Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian mengatakan, pertemuan dengan BSI di antaranya membahas mengenai penyaluran KUR Sektor Pertanian. Kementan menggaet BSI agar segala bentuk fasilitasi pembiayaan untuk petani, peternak, pekebun dan pelaku agribisnis lainnya dapat dipilih sesuai dengan keinginan masing-masing calon debitur.
“Kalau masyarakat mau KUR yang konvensional bisa diajukan ke BRI, BNI, Mandiri dan Bank lain. Tetapi jika ingin model pembiayaan yang syariah, kami sudah menyediakan penyalurnya, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI),” ujarnya.
Development Head Government Institutional Relationship Department Funding & Digital Banking Division, Lis Febrina mengaku pihaknya sudah siap sebagai bank penyalur KUR pertanian untuk melayani pengajuan KUR para petani di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Johny Tarigan dari Garda Bio Nusantara (GBN) menjelaskan, pihak GBN sebagai pendamping kelompok tani dan Gapoktan yang akan mengawal rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) bagi petani yang akan mengajukan KUR.