Pierre mengikuti rangkaian tes masuk Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 9 Agustus 1958. Pierre memegang kata-katanya. Ia dengan sengaja mengerjakan soal-soal saringan masuk FKUI dan ITB dengan asal-asalan agar memperoleh peluang memasuki Akademi Militer.
Setelah dinyatakan tidak lulus di kedua universitas bergengsi itu, Pierre dengan dukungan kakaknya, Mitzi, mendaftar dan mengikuti tes di Akademi Militer Nasional (AMN).
Jenderal Nasution kembali berperan dalam penentuan kelanjutan pendidikan Pierre ini. Ia menganjurkan Pierre untuk memilih Akademi Zeni AD, dengan harapan kelak Pierre setelah mencapai pangkat tertentu dapat meneruskan sekolahnya ke ITB.
"Tentunya pilihan ini dapat diterima dengan baik oleh Pierre maupun kedua orang tuanya, sebagai jalan keluar dari silang pendapat antara orang tua dan anak ini,"tandasnya.
(Fahmi Firdaus )