Pihaknya menduga hal itu terjadi karena masyarakat melihat belum ada fakta yang betul-betul menghidupi mesin partainya secara full 100 persen.
"Karena mungkin pemilu nya dianggap masih jauh, tapi kalau di semi terbuka, urutannya agak turun sedikit PKS ke posisi ke lima, PDIP masih diposisi pertama 24,5 persen, ada kenaikan dibandingkan Pemilu 2019, lalu Gerindra angkanya mirip dengan Pemilu 2019 12,6 persen," jelasnya.
Baca Juga: Jika Pemilu Dilakukan Serentak di 2024, Masyarakat Hanya Akan Peduli Pilpres
Kemudian, Golkar 10,0 persen bersaing dengan PKB 9,7 persen; lalu PKS 7,6 persen; Demokrat 5,4 persen; Nasdem 3,4 persen; PAN 3,0 persen; PPP 2,4 persen; PSI 1,5 persen dan seterusnya.
"Jadi jika dilihat disini terlihat mirip hasilnya dengan Pemilu 2019 dengan ada perubahan penurunan di Nasdem terutama ya, yang tadinya lebih dari 5 persen, sekarang mengalami penurunan, yang lain partai politik seperti PDIP mengalami kenaikan sedikit, sedangkan Gerindra, PKB dan PKS agak stagnan atau partai lain ada kecenderungan menurun," pungkasnya.
(Arief Setyadi )