JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara tegas menolak rencana pemerintah yang akan mengeluarkan industri minuman keras (miras) dari daftar negatif investasi.
Ketua PBNU KH Said Aqil menegaskan, dengan dicabutya industri miras dari daftar negatif investasi, dipastikan banyak investor yang membangun pabrik miras di negara ini.
“Minuman keras jelas-jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,” ujar Said Aqil beberapa waktu lalu, dilansir NU Online.
Menurutnya, pendirian pabrik baru atau perluasan yang sudah ada, akan mendorong para pengusaha mencari konsumen minuman beralkohol yang diproduksinya demi meraih keuntungan, sementara di sisi lain, masyarakat yang akan dirugikan.