JAKARTA - Mantan anggota Partai Demokrat yang baru saja dipecat, Jhoni Allen Marbun angkat bicara mengenai isu gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) atau kudeta Ketua Umum (Ketum) PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
(Baca juga: Dipecat Demokrat, Darmizal Ancam beberkan "Dosa Politik" SBY)
Sebelumnya, Jhoni Allen beserta 6 kader lainnya yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya dan Marzuki Alie dipecat dari partai terkait isu kudeta yang bergulir.
Jhoni pun mengungkap cerita seputar Kongres V Demokrat pada 15 Maret 2020 silam. Menurutnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merekayasa hasil kongres tersebut. Dia pun membeberkan 'dosa politik' SBY lainnya.
(Baca juga: 72 Tahun Jadi Misteri, Siapa Perancang Serangan Umum 1 Maret?)
"Selanjutnya pada Kongres V 15 Maret 2020, di Senayan, Jakarta. Kembali SBY merekayasa tata cara kongres tidak sesuai sebagaimana mestinya. Pembahasan dan tata tertib acara tidak dilakukan, di mana salah satu isinya membahas syarat dan tata cara pemilihan ketua umum," kata Jhoni dalam video berdurasi 9.25 menit itu yang dibagikan kepada wartawan, Senin (1/3/2021).
Selain itu, Jhoni melanjutkan, tidak ada laporan pertanggungjawaban dari Ketua Umum SBY. Setelah pidato Ketua Umum SBY, peserta kongres yang tidak punya hak suara diusir keluar dari arena kongres. Semestinya seluruh peserta Kongres memiliki hak bicara. Padahal hak suara hanya digunakan pada saat pemilihan Ketua Umum atau perbedaan pendapat.
"Selanjutnya, SBY men-design seluruh ketua-ketua DPD seluruh Indonesia untuk medeklarasikan AHY sebagai ketua umum. Itulah yang mereka sebut aklamasi," ungkapnya.