Program RJIT Kementan Terbukti Memberi Dampak Positif

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis
Selasa 02 Maret 2021 13:55 WIB
Foto: Dok Okezone
Share :

JAKARTA - Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan) diakui memberi dampak positif, baik bagi petani maupun produksi pangan nasional. Banyak daerah yang merasakan manfaat program RJIT ini.

Contohnya petani di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Dulu, sebelum ada RJIT, indeks pertanaman (IP) petani dalam satu tahun hanya dua kali (IP-200). Namun, setelah ada perbaikan irigasi tersier, petani bisa menanam dua kali dalam setahun, yang berarti IP menjadi dua kali (IP-300).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, kegiatan RJIT memang dilakukan untuk memastikan lahan pertanian mendapatkan irigasi yang akan menjamin kebutuhan air hingga panen.

“Pengelolaan air dilakukan petani untuk memastikan lahannya bisa terus berproduksi. Pengelolaan air bisa dilakukan salah satunya dengan cara merehabilitasi jaringan irigasi, sehingga air benar-benar dipastikan mengalir ke lahan pertanian. Pengaturannya pun tepat,” katanya, Senin (1/3).

Mengingat program ini sangat bermanfaat, maka kegiatan RJIT ini dilakukan secara berkelanjutan. Pada 2020 RJIT mencapai areal seluas 135.861 hektare (ha). Kegiatan ini dilakukan di 32 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota.

Program ini merupakan kegiatan penting dalam proses usaha tani karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan luas areal tanam.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menyebutkan, pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya