Konflik Demokrat, Pengamat: Pertarungan Singa Jantan dan Harimau Lapar

Rakhmatulloh, Jurnalis
Kamis 04 Maret 2021 11:16 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kongres Luar Biasa (KLB) bukan hal mustahil terjadi di kelembagaan partai politik, termasuk Partai Demokrat. Apalagi, itu juga diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

"Namun, ini bukan hal yang mudah. Jika dilihat dalam aturan PD menyangkut KLB ada beberapa poin yang sangat sulit misalnya harus dikehendaki oleh minimal 2/5 pengurus tingkat satu maupun dua dengan bukti keputusan pleno dalam masing masing tingkatan yang ditandatangani para ketua dan sekretaris," ujarnya Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS), Arman Salam saat dihubungi, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga:  Ada yang Ingin Jual Demokrat untuk Nyapres, Andi Arief: KLB tanpa Izin SBY Kerumunan Ilegal

Menurut Arman, poin yang lebih sulit lagi adalah harus mendapatkan persetujuan Majelis Tinggi yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan poin-poin administratif lainnya yang harus dilakukan.

"Sekali lagi bukan berarti tidak bisa. Kalau dilihat dari sisi kekuatan politik ini bukan pertarungan lucu lucuan. Ini pertarungan singa jantan dan harimau lapar, SBY tidak akan diam saja Moeldoko berselancar atau kepada siapa pun itu yang mau merebut PD," ujarnya.

Lebih lanjut Arman melihat, isu KLB yang menimpa PD saat ini yang tampak muncul kepermukaan baru sebagian kecil pengurus tingkat satu maupun dua yang menginginkan KLB. Tapi, ia mengaku tidak pernah tahu hati pengurus atau pemegang suara yang lain, atau jangan sampai Moeldoko yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat calon Ketua Umum versi KLB masuk pada perangkap ranah olah mengolah para politisi.

"Karena dinilai Moeldoko makanan empuk untuk diolah. Lumayan statement ingin KLB dapat "japrem"," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya