JAKARTA - Dinas Pembinaan Potensi Maritim (Dispotmar) TNI Angkatan Laut menggelar Pembinaan Pembentukan Karakter Maritim (PPKM) Maritime Hackathon 2021 untuk mendongkrak potensi kemaritiman di Indonesia.
PPKM Maritime Hackathon 2021 merupakan kompetisi kreativitas menciptakan ide dan inovasi dalam pembentukan karakter maritim yang akan diimplementasi dalam pengembangan beragam produk yang mendukung pengelolaan data dan potensi maritim untuk mendukung sektor edukasi, ekonomi, kesehatan, pariwisata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Baca juga: Penuhi Target MEF III, KSAL Luncurkan Dua KRI Jenis Angkut Tank
Kadispotmar Mabesal, Brigjen TNI Mar Nuri Andrianis menyampaikan, Dispotmar Mabesal bekerja sama dengan Telkom University dan pihak lainnya dalam menyelenggarakan PPKM-Maritime Hackathon TA 2021.
Baca juga: Panglima TNI Lepas Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-M ke Lebanon
"Target peserta yang mengikuti PPKM - Maritime Hackathon TA 2021 diharapkan bisamencapai 100 tim, karena peserta terbuka untuk umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga professional bisa mengikuti dengan membentuk tim maksimal tiga orang," ujar Nuri Andrianis dalam keterangannya, Kamis (4/3/2021).
Kompetisi ini juga dalam rangka menggalang potensi anak bangsa di bidang inovasi produk digital kemaritiman. Kegiatan Maritime Hacktahon meminta para peserta untuk menciptakan inovasi aplikasi yang memberikan solusi.
Seperti, peningkatan hasil produksi kelautan dan perikanan, pemberdayaan UKM, nelayan dan masyarakat pesisir di bidang ekonomi, pariwisata, edukasi dan kesehatan. Kemudian, sinergi TNI AL bersama rakyat menjaga laut Indonesia.
Pendaftaran dari kegiatan bertemakan Maritim Jaya, Indonesia Hebat ini telah berlangsung sejak 5 Februari-22 Maret 2021. Mereka yang sudah mendaftarkan diri akan menjalani proses seleksi pada 24-25 Maret 2021 dan pengumuman Grand Final pada 7-8 April 2021.
Para peserta wajib memberikan deskripsi singkat tentang ide produk yang ingin
dikembangkan meliputi konsep, manfaat, dan teknisnya. Selain itu, wajib juga membuat video presentasi yang dilampirkan berupa tautan video yang menjelaskan konsep, manfaat, serta demo aplikasi yang akan dikembangkan dengan maksimal durasi video tujuh menit dan di-upload ke akun Youtube.
"Selanjutnya, penjurian akan dilaksanakan pada 26-30 Maret 2021 oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi industri IT, dan anggota TNI AL," tutur dia.
(Fakhrizal Fakhri )