Secara terpisah, Ketua Komisi II DPRA, Irpanusir mengatakan belajar dari pengalaman 2019 dan 2021, sawah tadah hujan sering kekeringan, bahkan puso ketika musim kemarau.
Oleh karena itu, petani diharapkan agar memanfaatkan program AUTP. Program itu perlu digalakkan kembali oleh kelompok tani kecamatan.
"Ketika terjadi bencana kekeringan, petani tidak dirugikan, biaya olah sawah, bibit dan pembelian pupuknya, akan diganti melalui pembayaran klaim asuransi tani," katanya. CM
(Yaomi Suhayatmi)