Lebih lanjut Fadhli mengatakan, kasus serupa juga pernah menimpa partai lain, khususnya PDIP, bagaimana kemudian tempaan keras dan bertubi-tubi mampu melahirkan figur politik yang kuat, seperti Megawati Soekarnoputri.
Bahkan, kata Fadhli, sebelum politik modern memunculkan pelbagai teori-teori politiknya, konflik politik yang mengarah pada perebutan kekuasaan dan kudeta juga dialami kerajaan-kerajaan Nusantara pada waktu itu. Tapi, para Raja dan petinggi kerajaan saat itu menghadapinya dengan penuh ksatria dan gagah berani.
Baca Juga : Din Syamsuddin: KLB Demokrat Ciptakan Kegaduhan Nasional dan Ganggu Demokrasi Indonesia
"Kristalisasi ide dan perjuangan itulah yang kemudian melahirkan sosok dan organisasi yang kuat. Tak ada yang instan," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)