Wagub DKI Minta Masyarakat Patuhi Penggunaan Jalur Sepeda

Komaruddin Bagja, Jurnalis
Senin 08 Maret 2021 08:48 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto : Okezone)
Share :

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) ingin sepeda dijadikan sebagai alat transportasi, tidak hanya untuk berolahraga atau rekreasi. Karena itu, Pemprov DKI terus meningkatkan jumlah jalur sepeda.

Meski begitu, jalur sepeda permanen yang berada di Jalan Sudirman-Thamrin kerap diterobos pengemudi sepeda motor. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk mematuhinya.

"Pertama kita bersyukur DKI Jakarta tahun ini terus meningkatkan jumlah jalur sepeda. Tahun ini juga akan kami kembangkan sampai 80 km. Ini satu prestasi dalam rangka memberikan kesempatan bagi pesepeda di jalur-jalur utama termasuk Jalur Sudirman-Thamrin. Kami ingin ke depan masyarakat kita menggunakan sepeda tidak hanya untuk kepentingan olahraga, rekreasi, tetapi ke depan bisa menjadi alat transportasi," kata Ariza di Jakarta, Senin (8/3/2021).

Politisi Partai Gerindra itu berharap masyarakat bisa menggunakan sepeda sebagai alat transportasi penunjang aktivitas sehari-hari. Ariza mengakui masih ada kekurangannya terkait disiplin masyarakat.

Baca Juga : Mobil Mewah Terobos Jalur Sepeda, Netizen Ngamuk

"Tugas pemprov menyiapkan regulasi, menyiapkan koridor. Tugas masyarakat patuh dan taat pada regulasi yang ada, pada aturan yang ada. Semuanya tidak bisa ditimpakan kepada pemprov. Kami butuh kerja sama yang baik dari masyarakat," tambahnya.

"Tugas kami menyiapkan tempatnya, sarananya, koridornya, regulasi dan sebagainya, tugas masyarakat patuhi, taati agar tertib, disiplin dan memberi kesempatan semua. Yang pesepeda di jalurnya, tidak boleh menggunakan jalur lain. Sepeda motor juga jangan mengganggu jalur sepeda. Jadi masing-masing. Pejalan kaki ada di trotoar. Jangan pesepeda masuk ke trotoar. Apalagi motor masuk di trotoar," sambungnya.

Ariza menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya membangun sebuah ekosistem transportasi yang baik agar bisa melayani masyarakat.

Baca Juga : Jalur Sepeda Permanen di Sudirman Bakal Dijaga Ketat Polisi

"Tidak boleh, jadi semua sudah kita atur ada kereta, ada LRT, ada MRT, ada busway, ada angkot, taksi, dan lain-lain ojek sampai sepeda motor semuanya sudah kita atur. Tugas pemprov membuat master plan transportasi sebaik mungkin. Dan alhamdulillah kita sudah keluar dari 10 besar dari kota macet. Mencapai sudah 31 ranking 31," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya