JAKARTA - Kepala Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio mengungkapkan metode dendritik yang digunakan untuk pembuatan Vaksin Nusantara pernah dipakai untuk terapi kanker.
Amin menjelaskan bahwa metode ini adalah mengambil sel dendritik yakni satu sel yang menyusun kekebalan manusia. “Sel dendritik ini adalah salah satu bagian dari sel-sel yang menyusun kekebalan manusia ya,” katanya dalam keterangannya, Rabu (24/3/2021).
“Jadi, dia memang akan mengenali benda-benda asing yang masuk termasuk virus atau bakteri. Kemudian, ceritanya akan dimakan oleh dia dan katakanlah akan dipotong-potong dan bagiannya akan dimunculkan di permukaan sel tersebut,” jelas Amin.
Sel-sel yang muncul itu, kata Amin, yang akan merangsang dan membentuk kekebalan atau membentuk antibodi. “Nah bagian-bagian dari virus atau bakteri yang dimunculkan ke permukaan itu akan merangsang kekebalan seluler atau kalau dia akan bergabung dengan beberapa molekuler maka akan membentuk kekebalan. Artinya pembentukan antibodi,” katanya.
Metode dendritik ini, kata Amin pernah dicoba untuk terapi kanker. Dan penggunaan untuk SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 pertama kali di dunia.