Oleh karena itu, Didik menegaskan, tidak bijak juga mengaku berjuang di jalan politik, tapi tidak memaknai dan menjalankan politik dalam perspektif yang baik. Karena partai politik ini adalah lembaga politik yang bertujuan menjadi sarana pendidikan politik, artikulasi politik, komunikasi politik, sosialisasi politik, agregasi politik dan rekrutmen politik.
"Apa jadinya negara ini, jika pemimpinnya ke depan hanya mengejar ambisi kekuasaannya dengan cara-cara yang tidak beradab dan tidak bermartabat, serta inkonstitusional dengan melakukan hasutan, tekanan, dan pecah belah," tuturnya.
Baca Juga : Kubu Moeldoko Singgung Sosok Tak Tersentuh Hukum, Kubu AHY: Jangan Menebar Fitnah!
"Mudah-mudahan cara-cara yang dipergunakan ini bukan dikarenakan Demokrat terus membangun koalisi dengan rakyat. Idealnya seluruh pemimpin bangsa terus bersama dan membantu masyarakatnya menghadapi kesulitan, bukan mengedukasi masyarakat dengan tontonan murahan yang memalukan," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)