Teka-teki Ramalan Jayabaya Tanah Jawa Berkalung Besi & Bumi Makin Menyusut

Doddy Handoko , Jurnalis
Sabtu 27 Maret 2021 06:01 WIB
Ilustrasi (Foto: istimewa)
Share :

Sejak penanaman orang-orang ini sampai hari kiamat kubro terhitung 210 tahun matahari lamanya atau 2.163 tahun.

Beberapa hari kemudian Jayabaya menulis ramalan Pulau Jawa sejak ditanami yang keduakalinya hingga kiamat, lamanya 2.100 tahun matahari. Ramalannya menjadi Tritakali.

Kisah lainnya, ramalan yang ditulis Jayabaya itu disetujui oleh pendeta Ali Samsujen, kemudian sang pendeta pulang ke negerinya, diantar oleh Jayabaya dan putera mahkotanya, Jaya-amijaya di Pagedongan. Sampai di perbatasan, Jayabaya diiringi oleh puteranya pergi ke Gunung Padang, disambut oleh Ajar Subrata dan diterima di sanggar semadinya.

Sang Anjar hendak menguji sang Prabu yang terkenal sebagai pejelmaan Batara Wisnu, maka ia memberi isyarat kepada endang-nya (pelayan wanita muda) agar menghidangkan suguhan yang terdiri dari Kunir (kunyit) satu akar, Juadah satu takir (mangkok dibuat dari daun pisang), Geti (biji wijen bergula) satu takir, Kajar (senthe sebangsa ubi rasanya pahit memabokkan satu batang), Bawang putih satu takir, Kembang melati satu takir, dan Kembang seruni (serunai; tluki) satu takir.

Anjar Subrata menyerahkan hidangan itu kepada sang prabu. Seketika Prabu Jayabaya menjadi murka dan menghunus kerisnya, sang Anjar ditikamnya hingga mati, jenazahnya moksa hilang. Embannya yang hendak lari pun ditikamnya pula dan mati seketika.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya