Budi lebih lanjut menyatakan, bahwa sejauh ini dari 21 juta dosis vaksin dari Sinovac yang dikirim, 20 juta sudah didistribusikan ke seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Kemudian dari provinsi mendistribusikan lagi 13 juta ke daerah.
"Mereka simpan 7 juta umumnya untuk stok suntikan kedua di provinsi," sebutnya.
Sejauh ini kecepatan penyuntikan per hari mencapai 500.000 dosis dan kemungkiman naik 600.000 dosis. Ditundanya pengiriman AstraZeneca lantas membuat penyuntikan ini diperlambat.
Sebab dengan sisa sekitar 7,6 juta dosis vaksin, artinya akan habis dalam waktu 15 hari pada April.
"Sekarang kita lagi memikirkan bagaimana bisa mengatasi isu logistik ini. Masalah kita bukan di kapasitas penyuntikan. Kenapa kita pelan, karena kita atur supaya pas dengan suplai vaksin, sehingga tidak ada hari orang tidak bisa disuntik," pungkas Budi.
(Awaludin)