JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut, peristiwa siklon tropis Seroja yang menerjang daratan Nusa Tenggara Timur (NTT) baru pertama kali terjadi di Indonesia. Dia menyebut siklon biasanya terjadi hanya di laut tidak sampai ke daratan.
Deteksi siklon Satroja yang tejadi pada tanggal 3 April 2021 hingga masuk ke daratan baru pertama kali terjadi Indonesia. Siklon sebelum hanya terdeteksi di wilayah laut tidak smapai ke daratan.
"Saroja ini baru yang pertama kali dahsyat karena masuk sampai daratan. Ini yang tidak lazim. Bedanya siklon-siklon yang terjadi sebelumnya tidak masuk ke daratan," kata Dwikorita dalam konfrensi pers virtual, Selasa (6/4/2021).
Baca Juga: Waspada Rangkaian Siklon Tropis Mengintai Selama April 2021
Dia menjelaskan, kecepatan siklon Satoja saat terbentuk pusarannya kecepatannya 85 km per jam. Akibat pusat siklon Saroja yang masuk ke daratan mengakibatkan kekacauan di pulau.