Seluk Beluk Abdi Dalem Keraton Surakarta hingga Berpangkat Kangjeng Raden Tumenggung

Doddy Handoko , Jurnalis
Jum'at 09 April 2021 06:15 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

Bagi yang berminat menjadi abdi dalem maka akan dilakukan observasi dari yang bersangkutan oleh keraton untuk dinilai kelayakannya ditetapkan sebagai abdi dalem, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan maka yang bersangkutan untuk diangkat sebagai abdi dalem dengan menyesuaikan tingkat pendidikan dan jabatan di masyarakat.

Baca juga: Kaum Muda Dominasi Pendaftaran Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Setelah usulan diterima, maka yang bersangkutan mengajukan permohonan dilampiri KTP dan pas poto dengan memakai busana Jawi (beskap/atela), setelah selesai proses administrasi yang bersangkutan sebelum diberikan pangkat kekancingan dipanggil ke karaton untuk disumpah setia pada keraton di depan Pengageng Karaton dengan menggunakan pakaian sesuai pangkat yang akan diberikan .

"Misalnya pangkat Lurah sebutannya Mas Lurah, pangkat mantri dengan sebutan Mas Ngabehi, pangkat Panewu juga sebutan Mas Ngabehi atau Raden Ngabehi, pangkat Bupati Anom sebutannya Raden Tumenggung, pangkat Bupati sepuh sebutannya Kangjeng Raden Tumenggung," paparnya.

Ini adalah pangkat maksimal sebagai abdi dalem, jika abdi dalem tersebut sangat berjasa pada adat dan budaya karaton, maka dapat diangkat sebagai Sentono dengan pangkat Riya, sebutannya Kangjeng Raden Arya Tumenggung, Riya inggil sebutannya Kangjeng Raden Arya, Riya Arya Sebutannya Kangjeng Raden Riya Arya.

Jika memiliki darah raja dapat diangkat menjadi Kangjeng Pangeran, sedangkan cucu atau buyut raja dapat diberikan pangkat Pangeran wayah atau Pangeran Buyut dengan sebutan Kangjeng Pangeran Harya. Untuk menantu bisa diberikan pangkat Kangjeng Raden Mas Harya dan Kangjeng Pangeran atau Kangjeng Pangeran Harya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya