Ramadhan ke-4 Mualaf Jepang: Cowok Biasa yang Dulu Sekuler, Sekarang Punya Tujuan Hidup

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 13 April 2021 08:43 WIB
Pemuda asal Jepang Kaiji Wada yang memutuskan menjadi mualaf (Foto: Kaiji Wada)
Share :

Kaiji mengatakan ia belajar agama melalui pengajian online para ustaz Jepang, selain juga melalui berbagai pertemuan"komunitas orang Indonesia di Jepang dan komunitas mualaf."

Ia menggambarkan kehidupannya lebih tenang dalam lebih tiga tahun terakhir, jauh berbeda dibandingkan sebelum 2017, masa yang disebutnya seperti orang yang "tak punya tujuan hidup".

"Biasanya di masyarakat Jepang, mereka sering tersesat, atau bingung [dalam menetapkan] apa yang penting dalam kehidupan mereka, apa yang benar dan tidak benar. Jadi mereka hidup untuk bekerja sampai bunuh diri, disebabkan kecapekan," ungkapnya.

"Setelah masuk Islam semua tujuan dan jawaban tertulis di Quran. Sekarang tujuan kehidupan saya sudah jelas, alhamdulilah. Saya termotivasi untuk kehidupan saya sendiri," kata Kaiji yang juga bekerja sebagai humas di organisasi Olive, Young Muslim Community, komunitas Muslim untuk anak muda di Jepang.

Diketahui, angka bunuh diri di Jepang termasuk yang paling tinggi di dunia. Persoalan keluarga, perundungan hingga kekhawatiran terhadap masa depan diduga menjadi faktor penyebab yang melatari kenaikan angka bunuh diri pada anak-anak muda Jepang.

Kaiji mengenang di antara pengalaman spiritual yang "tak akan dilupakan” yakni ketika ia umrah bersama para mualaf dari negara-negara lain.

"Saat saya lihat Kabah, saya berpikir saya cuma cowok Jepang biasa yang dulu sekuler, tak beragama. Kehidupan saya saat itu sangat jauh dari ajaran Islam,” terangnya.

"Siapa yang bisa bayangkan orang seperti saya berdiri di depan rumah Allah SWT, tak ada yang bisa mengatur kecuali Allah SWT. Satu hal yang tak akan saya lupakan,” jelasnya.

Lalu, apa rencananya untuk Ramadhan dan Idulfitri?

"Kalau orang Indonesia pulang kampung untuk Idulfitri. Saya tak pulang kampung. Dalam keluarga saya, tak ada yang Islam selain saya,” ujarnya.

"Saya akan kumpul-kumpul dengan saudara-saudara Muslim di masjid," tambahnya.

Namun karena pandemi, berbagai kegiatan di masjid seperti buka puasa dibatasi berdasarkan peraturan masjid masing-masing.

"Saya akan merayakan [Idul Fitri] dengan istri saya, insya Allah," kata Kaiji yang menikah dengan perempuan Indonesia, Yusanne Pitaloka.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya